Langsung ke konten utama

Rasa yang Terdiam


Biarkan dia dalam diamku,
biarkan dia selalu ada dalam doaku..
Meski tak tergapai oleh jari jemariku,
namun hatiku mampu menggapainya dalam ketulusan doaku...
memang tak mampu berkata,
tak bisa menggapai,
enggan menatap..
Ku biarkan ia selalu dalam diamku..
Semangat hidup yang terselubung..
Yang senantiasa ada dalam dekapan doa...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diskusi Rasa #2 : Pura-pura Tidak Tahu, Mematikanku

Cinta dalam diam. Pura-pura tidak tahu, atau tidak ingin mengetahuinya karena dengannya tanpa merusak suasana adalah hal yang berharga. Aku selalu tak punya kata. Untuk sekedar mengungkapkan rasa. Pengecut memang. Tapi sungguh rangkaian kata yang indah itu, hilang saat aku ingin menuliskan tentangmu. Hilang bersama rasa yang dengan sengaja aku matikan. Aku tahu, dulu kau punya rasa padaku. Tapi aku selalu menampiknya. Berpura-pura tidak tahu. Aku memang tidak suka! Tapi aku tak ingin kehilanganmu. Aku sayang tapi tak ingin lebih dari teman. Saat kau mencintaiku dengan penuh rasa. Aku justru menyayanginya dengan menggila. Tapi kau dengan sabarnya untuk selalu ada. Untuk menyayangimu aku penuh logika. Tak ingin kamu yang seperti itu, seperti ini, harusnya begitu, begini. Ah rumit aku membuatnya. Agar apa ? Agar aku tak mencintaimu begitu dalam. Aku terluka, ketika kamu bersamanya. Tapi yaa bagaimana. Aku harus menyadarinya, bahwa seseorang akan memilih pergi saat ia merasa tak lagi ...

kritik artikel

KRITIK JURNAL disusun guna memenuhi tugas UTS mata kuliah Rekayasa Web Dosen Pembimbing : Ahmad Fauzi Disusun oleh, UMMI LATIFAH 1113025100073 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah JAKARTA 2014 Desain Model Pedagogis untuk Pendidikan Rekayasa Web : Dalam Perspektif Perubahan Kritik Artikel Said Hadjerrouit                                                            Ummi Latifa h, Ahmad Fauzi Fakultas Adab dan Humaniora latifahummi12@gmail.com Abstrak Belajar Rekayasa Web adalah suatu hal yang sulit bagi orang yang tidak begitu menyukai hal-hal tersebut. B ahkan mahasiswa yang berada di b...

Review Buku : Teman Imaji karya Mutia Prawitasari

Bismillah... Judul : Teman Imaji : tentang anak kota hujan Pengarang : Mutia Prawitasari Penerbit : CV IDS Distributor : Langitlangit.yk Tahun terbit : 2019 Deskripsi Fisik : ix + 431 hlm.; 20 cm ISBN : 9786027239500 "Segala sesuatu di dunia ini punya pola. Termasuk hujan.... Januari paling awet, paling tak kenal henti. Februari paling warna-warni. Maret paling banyak petirnya. April paling keras, paling besar bulir-bulirnya. Mei paling aneh, hujan tapi panas, tapi hujan. Juli paling tabah. Oh, itu kata Sapardi Djoko Damono, penyair. Paling jarang hujan. Juni paling berisik bunyinya. Agustus paling sederhana, kalau hujan ya hujan, kalau tidak ya tidak. September palinh romantis, datangnya sore-sore senja. Oktober paling semangat. November paling teduh, paling wangi baunya. Desember palinh lembut, paling kecil bulir-bulirnya. Plus paling banyak pelangi" hal. 122 Teman imaji adalah teman yang tidak nyata. Bagi Kirana yang sering dipanggil Kica bertemu dengan Bany...