Langsung ke konten utama

Diskusi Rasa #1 : Tentang Pernikahan

'Mba target nikah kapan?'
'Wah sudah lewat, Juli 2017 yang lalu'
'Udah lewat ya, terus gimana mba ?'
'Ngga tau ya, belum nargetin lagi nih. Haha'
.
Dulu, ketika SMA. Beberapa mimpi ku targetkan bersama dengan tahunnya.
Kuliah - Lulus - Nikah - S2 - dsb - dsb (sayangnya belum ngitung waktu buat Haji waktu itu 😢).
Pada nyatanya, kuliah lulus benar di tahun 2017 tapi ternyata molor 4 bulan, 5 November 2017 baru digeser tali toganya. Itupun karena dikejar pertanyaan hampir setiap minggu sama Bapak. Kalau engga mungkin sekarang baru dikejar deadline menjadi mahasiswa cuci gudang, haha.

Begitulah, tidak setiap rencana selalu terpenuhi. Lulus tepat tahun saja sudah sangat bersyukur. Dan pada nyatanya, seiring berjalannya waktu setelah bertemu banyak orang, membaca beberapa buku, hingga bertukar pikiran semua rencana tak selalu ingin diselesaikan. Ada perubahan rencana disetiap perjalanan itu.

Mengubah haluan atau melewati jalan yang lain menjadi pilihan. Dan entah bagaimana, jalan itu selalu menuju tempat yang sama. Hanya berputar sedikit kemudian bertemu lagi. Beberapa jalan membuatku menemukan kegagalan, kekecewaan dan tak jarang kesenangan. Pas, sesuai porsinya. Dan tanpa disadari hal itu terjadi sesuai dengan yang ku pinta.

Dan perihal 'menikah'. Hemm...
Aku adalah orang yang percaya, bahwa Allah selalu memberi sesuatu kepada hamba-Nya sesuai dengan kapasitasnya. Begitupun dengan menikah. Ibadah terlama yang harus dijalani oleh setiap manusia. "Ibadah". Berat ?
Dan aku yakin disaat yang tepat, Allah akan mendekatkan padaku. Ah ya, tentu bukan tanpa usaha.

Tetapi ...
.
Memperbaiki diri dan selalu berdoa kepada Allah adalah salah satu bentuk usaha merayu Allah. Agar Ia yakin dan percaya, bahwa kita siap menerima amanah selanjutnya.
.
Begitupun dengan Jodoh - Menikah.
Allah akan memberikan, mendekatkan kepada kita saat dirasa Allah kita sudah mampu. :)
.
Jadi hai para singlelillah, jangan menyerah untuk memperbaiki diri dan meyakinkan Allah, bahwa kamu siap dan pantas bertemu jodohmu. ^^

@ummi.l

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku : Bertumbuh

Judul : Bertumbuh Pengarang : Satria Maulana, Kurniawan Gunadi, Iqbal Hariadi, Mutia Prawitasari, Novie Ocktaviane Mufti Penerbit : Langitlangit Tahun Terbit : 2018 Deskripsi Fisik : xvi + 297 hlm.; 20cm Bertumbuh merupakan sebuah buku nasihat, cerita-cerita perjalanan bertumbuh dari setiap penulis. Banyak hal yang diceritakan dalam buku ini. Setiap tema yang ada diisi oleh setiap penulis. Buku ini ditulis dengan beberapa topik. Diambil dari ciri-ciri orang bertumbuh menurut para penulis. Ciri-ciri tersebut yakni : 1. Bangun pagi. Dia memiliki cita-cita untuk dicapau setiap hari. Pada bagian ini, para penulis menceritakan proses awal mereka bertumbuh. Memberikan gambaran-gambaran awal bertumbuh, mindset untuk berfikir kedepannya. 2. Fokus pada tujuan hidupnya. Bukan pada "apa" atau "yang mana" jalannya, melainkan bagaimana cara menjalaninya. Memberikan gambaran tentang hal-hal apa saja yang kemudian muncul saat perjalanan bertumbuh. 3. Tidak iri dengan...

Book Review : Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang

Judul : Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang Pengarang : Boy Candra Penerbit : Mediakita Tahun Terbit : 2014 Deskripsi Fisik : xii + 212 halaman; 21 cm Boy Candra penulis asal Sumatra Barat ini menamatkan buku ke-3 nya. Buku dengan judul Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang bukanlah sebuah novel maupun cerpen, pun bukan sebuah puisi. Buku ini merupakan catatan-catatan kecil tentang jatuh cinta, patah hati, cinta dalam diam dan move on. Terdapat empat bagian isi buku tersebut yakni : 1. Hari-hari jatuh & menjatuhkan hati, merupakan bagian catatan-catatan tentang jatuh cinta. Memendam atau mengungkapkan perasaannya, jatuh cinta dengan teman, serta jatuh cinta yang teramat dalam. 2. Hari-hari bertahan bertahun-tahun. Tentu setelah memilih dia sebagai kekasih maka akan ada ujian selanjutnya. Bagian ini membahas tentang permasalahan yang kerap kali muncul saat menjalin hubungan. Cemburu, curiga, jenuh, dan masa lalu. 3. Hari-hari patah dan kalah. Catatan tentang patahnya ...

Diskusi Rasa #2 : Pura-pura Tidak Tahu, Mematikanku

Cinta dalam diam. Pura-pura tidak tahu, atau tidak ingin mengetahuinya karena dengannya tanpa merusak suasana adalah hal yang berharga. Aku selalu tak punya kata. Untuk sekedar mengungkapkan rasa. Pengecut memang. Tapi sungguh rangkaian kata yang indah itu, hilang saat aku ingin menuliskan tentangmu. Hilang bersama rasa yang dengan sengaja aku matikan. Aku tahu, dulu kau punya rasa padaku. Tapi aku selalu menampiknya. Berpura-pura tidak tahu. Aku memang tidak suka! Tapi aku tak ingin kehilanganmu. Aku sayang tapi tak ingin lebih dari teman. Saat kau mencintaiku dengan penuh rasa. Aku justru menyayanginya dengan menggila. Tapi kau dengan sabarnya untuk selalu ada. Untuk menyayangimu aku penuh logika. Tak ingin kamu yang seperti itu, seperti ini, harusnya begitu, begini. Ah rumit aku membuatnya. Agar apa ? Agar aku tak mencintaimu begitu dalam. Aku terluka, ketika kamu bersamanya. Tapi yaa bagaimana. Aku harus menyadarinya, bahwa seseorang akan memilih pergi saat ia merasa tak lagi ...